Senin, 13 Juni 2016

Fabel



Dongeng Rubah kecil Yang Tidak Sabaran

Pada zaman dahulu, di sebuah hutan tinggallah seekor Rubah kecil bersama ayahnya. Karena anaknya terlalu kecil, ayahnya selalu membawakan makanan untuknya. Pada suatu hari, ayah Rubah kecil itu mengajaknya ikut untuk berburu. Namun, ia tidak mau di temani oleh ayahnya. Ia ingin berburu seorang diri. Sang ayah melarangnya, karena Rubah kecil tersebut belum siap berburu sendiri tanpa sang ayah.



‘’ Anakku, kau belum siap untuk berburu sendiri. Masih banyak yang harus kau pelajari dan jangan pernah pergi berburu sendiri. Ingat itu!’’ kata ayah Rubah kecil.

Rubah kecil hanya diam. Namun, keesokkan harinya pada saat ayahnya tidur. Rubah kecil perhi keluar rumah untuk berburu. Ia pun berhasil pulang membawa seekor Ayam Jantan yang gemuk. Ia pun segera membangunkan ayahnya.

‘’ Ayah, lihatlah apa yang aku tangkap. Aku bisa berburu sendiri tanpa di temani ayah.’’ Kata Rubah kecil senang.
‘’ Kau masih sangat kecil anakku! Dan tidak baik berburu pada siang hari.’’ Kata sang ayah.

Namun, Rubah kecil sama sekali tidak menuruti peringatan ayahnya. Setiap hari, ia berburu dan berhasil memburu banyak Ayam, Kalkum, dan Bebek sehingga banyak sekali Petani yang ingin menangkapnya.

Minggu, 12 Juni 2016

Sejarah


Sejarah Pesarean Gunung Kawi


Pesarean Gunung kawi merupakan tempat dimakamkannya dua jenazah berjajar dalam satu liang lahat. Jenazah pertama adalah Kanjeng Kyai Zakaria II atau lebih dikenal dengan sebutan mbah Djoego, seorang ulama terkenal dari keraton Mataram Surakarta, beliau meninggal pada tanggal 22 Januari 1871 M. Kedua adalah jenazah Raden Mas Iman Soedjono, seorang bangsawan yang menjadi senopati/panglima perang dari Keraton Yogyakarta, beliau meninggal pada tanggal 8 Februari 1876 M.

Peziarah Pesarean Gunung Kawi


Pengunjung atau peziarah pesarean gunung Kawi selalu ada setiap harinya dan melonjak hingga ribuan orang pada hari-hari tertentu. Terutama pada hari jumat legi yang merupakan hari dimakamkannya mbah Djoego dan puncaknya pada tanggal 12 Suro (Muharam) setiap tahunnya. Yaitu untuk memperingati wafatnya Raden Mas Imam Soedjono, dengan mengadakan tahlil akbar.

Setiap pengunjung atau peziarah umumnya memiliki motivasi yang beragam ketika datang kesini. Bagi wisatawan biasa, mungkin hanya sekedar memenuhi rasa penasaran dan menikmati kesegaran udara dan suasana gunung kawi. Sedangkan mereka yang benar-benar sebagai peziarah, bisa melakukan ritual religi sesuai dengan keyakinannya.

Mitos Pesugihan Gunung Kawi

 

Mitos pesugihan gunung kawi berasal dari sebuah pohon, yaitu pohon dewa ndaru (cerme londo) yang tumbuh di samping areal pesarean gunung Kawi. Jika melihat secara fisik, pohon dewa ndaru di tempat ini tidak ada bedanya dengan pohon dewa ndaru pada umumnya. Pohon dewa ndaru sendiri termasuk jenis pohon langka dan diyakini memiliki nilai magis bagi sebagian orang. Bagi kalangan Tionghoa pohon dewa ndaru dinamakan shian tho atau pohon dewa.

Salah satu pohon dewa ndaru di pesarean Gunung Kawi memang nampak spesial dalam perlakuan, disekilingnya diberi pagar untuk melindungi pohon tersebut, meskipun ranting dan daunnya masih menjulur keluar. Biasanya banyak orang berkerumun di bawah pohon dewa ndaru, sambil berharap bisa kejatuhan buah atau daunnya. Ketika kejatuhan buah atau daun dewa ndaru, dengan segera di bungkus dengan uang kertas dan disimpan. Kemudian untuk menebus buah dewa ndaru tersebut, mesti membeli/menyediakan sesaji atau melepaskan kambing kendit di hutan. Menurut mitos yang berkembang, siapapun yang kejatuhan buah atau daun pohon dewa ndaru akan memperoleh keberhasilan atau keberuntungan, bahkan kekayaan yang berlimpah.

Semua hal berkaitan mitos pesugihan gunung Kawi memang kembali kepada keyakinan masing-masing pengunjung atau peziarah, sedangkan menurut pihak pengelola tidak membenarkan tindakan seperti hal tersebut diatas.




Ritual Religi



Secara khusus pengelola pesarean Gunung Kawi sudah menyiapkan waktu untuk keperluan ritual religi, yaitu berupa jadwal selamatan. Ritual selamatan diadakan setiap hari dalam 3 waktu, yaitu pagi, siang dan malam. Peziarah juga tidak perlu direpotkan dengan uborampe selamatan, karena sudah disediakan secara lengkap. Tinggal memilih sesuai kebutuhan dengan tarif yang sudah ditentukan. Jika melihat daftar harga untuk keperluan selamatan, harga dipatok mulai puluhan ribu hingga puluhan juta, jadi kembali sesuai dengan keperluan dan kebutuhan peziarah.

Tempat-Tempat yang Bisa Dikunjungi


Tempat Ciamsi

Selain pesarean yang menjadi tujuan utama peziarah, ada beberapa tempat lain yang bisa di kunjungi di sekitar lokasi pesarean, diantaranya:
1.Rumah Padepokan Raden Mas Imam Soedjono
2.Tempat dua buah guci peninggalan mbah Djoego
3.Pemandian Sumber Manggis
4.Pemandian sumber Urip

Sedangkan untuk tempat ibadah diantaranya terdapat,
1.Masjid Al Mukharommah, Masjid ini terletak di sebelah kiri makam.
2.Masjid Agung Imam Soedjono, Masjid ini terletak 500 meter sebelum pesarean.
3.Tempat Peribadatan Dewi Kwan Im dan Ciamsi, yang berada di depan gapura pesarean.

Kraton Gunung Kawi


Kraton Gunung Kawi

Kraton Gunung Kawi berada di Desa Balesari Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Lokasinya juga terletak di kaki Gunung Kawi, dari pesarean mbah Djoego sekitar 7 km, melintasi kawasn hutan, tetapi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua ataupun empat. Menurut info sejarah Kraton Gunung Kawi pada mulanya dibangun oleh Mpu Sindok.












Rabu, 01 Juni 2016

Puisi


Guruku
Guruku…
Kau adalah tempatku mencari ilmu
Kau adalah pelita sanubariku
Dan kau adalah tempatku mencari kehidupan

Guruku…
Tak ada tujuan lain
ku menghampirimu
Selain mencari ilmu
Dan menggapai cita cita ku

Guruku…
Karena
mu aku bisa menggapai impianku
Sifat Mu nan gigih dan sabar
Membuatku lebih semangat belajar

Guruku..
Ketika kelak lulus nanti
Aku tidak akan melupakan semua jasa –jasa
mu

Jumat, 20 Mei 2016

Tupai Dan Ikan Gabus


Di sebuah telaga di daerah Rawabelong, tersebutlah seekor tupai bersahabat dengan seekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah kuatnya.
Pada suatu hari si Ikan Gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemah. Dengan setianya si Tupai menunggui temannya itu. Sudah beberapa hari si Ikan Gabus tidak enak makan. Maka si Tupai berusaha membujuknya. Namun si Ikan Gabus hanya mau makan kalau diberi makan hati ikan hiu.
Mendengar permintaan si Ikan Gabus, Si Tupai menjadi sangat sedih. Sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan hiu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup dilautan lepas. Namun akhirnya ia memutuskan juga untuk mencarikannya.
Maka iapun meloncat-loncat dari pohon ke pohon hingga sampai ke sebuah pohon kelapa yang batangnya menjorok ke laut. Dengan perlahan si Tupai melobangi sebutir biji kelapa. Setelah airnya habis, iapun masuk ke dalam kelapa itu. Dari dalam kelapa itu ia masih dapat menggerogoti tangkai buah kelapa itu.

Selasa, 29 Maret 2016

Puisi



Sekolah Dasar

Tempat aku belajar
Tempat dimana aku mengerti
Tempat aku dibina
Untuk menjadi anak berbakti
            Dimana aku mulai mengenal
            Dimana aku mulai diajarkan
            Dimana aku mulai dibimbing